Cara Merubah Layar Tampilan STAAD Pro Seperti SAP 2000

Bosan dengan layar tampilan atau background STAAD pro yang sekarang? hehehe…

Nah…sobat, saya mau berbagi tips nih tentang bagaimana cara merubah background (layar tampilan) STAAD mirip seperti background dari program SAP.

Yah… walaupun tidak terlalu penting amat, tapi saya harap tips kecil dapat bermanfaat bagi teman-teman sekalian.

Yuk…kita mulai ^_^

Secara default, warna layar tampilan (background) dari main window STAAD Pro adalah putih, sedangkan apabila kita akan menggambar elemen atau frame biasanya STAAD akan mendefinisikan dengan warna hitam.

a1

(Gbr.1)

Nah… sobat, warna layar tampilan dari gambar diatas bisa kita rubah seperti layar tampilan dari SAP seperti gambar dibawah ini, dimana warna layar tampilan dari main windows berwarna hitam dan penggambaran elemen atau frame dimodelkan dengan warna kuning Continue reading

Posted in Software, Staad Pro | Tinggalkan komentar

PCI2

6.0. RUANG LINGKUP
Desain awal biasanya langkah awal untuk merancang beton precast yang hemat, jembatan betonprategang. Bab ini mendiskusikan rencana pendahuluan, pertimbangan-pertimbangan struktur atas dan struktur bawah, pondasi, dan kriteria pemilihan material penyusun dengan cara-cara perencanaan dan contoh-contoh. Informasi tambahan diberikan pada Bab IV “Strategies for Economy”
6.1. Rencana Pendahuluan
6.1.1 Umum
Langkah awal adalah mengumpulkan dan meneliti informasi lokasi, Menerapkan kebijakan-kebijakan yang resmi dan praktis, dan pertimbangan-pertimbangan alternatif termasuk evaluasi biaya dan fungsi yang tepat, fungsi struktur dan aestetis yang sesuai. Rencana awal adalah dasar untuk mendesain perencanaan jembatan akhir. Itu menetapkan tipe struktur dan dasar untuk taksiran jadwal desain dan perkiraan biaya konstruksi.
6.1.2 Pembangunan
Langkah awal dimulai dari data lokasi jembatan,studi pendahuluan (seperti bentuk, ukuran dan lokasi), data geometri, data pondasi, dan tinjauan data hidrolis. Persetujuan geometris pendahuluan diterima, struktur alternatif diperiksa seperti detail panjang, tipe, kendala-kendala geometris seperti jarak bersih vertikal dan horizontal, perubahan bentang, kesalahan kerja, syarat-syarat sruktur bawah, lingkungan dan lingkup masyarakat dan biaya. Rencana, elevasi dan tampak potongan disetujui, perencanaan biaya disiapkan. Rencana awal dan perkiraan biaya merupakan prioritas utama yang disetujui untuk memulai perencanaan akhir.
6.1.3. Faktor pertimbangan
Sejumlah faktor harus ditujukan pada tahap desain awal.
6.1.3.1 Umum
Klasifikasi biaya (contoh, pendanaan, dana pemerintah pusat, dana pemerintah lokal) dan tingkatan biaya harus ditentukan. Keprihatinan lingkungan termasuk keadaan lahan (sebagai contoh, lahan basah, atau daerah-daerah peka lingkungan) dan pengurangan ukuran.
6.1.3.2. Lokasi
Syarat- syarat lokasi harus ditentukan termasuk topografi, alinement horizontal (kurva dan miring), jarak bersih yang diperlukan,alinement vertikal dan batas-batas, superelevasi, yang ada dan kegunaan yang diusulkan, pertimbangan keselamatan termasuk jarak pandang, dan termasuk resiko-resiko pejalan kaki.
Kemiringan dikontrol terhadap stabilitas dan kondisi tanah, ketersediaan bahu jalan, tinggi timbunan atau kedalaman galian, klasifikasi fungsi jalan, dan kondisi lahan yang ada.
6.1.3.3. Struktur
Pertimbangan struktur mencakup pondasi dan kondisi muka air tanah, pertimbangan-pertimbangan pelebaran jangka panjang, dan pencegahan penurunan, keindahan, termasuk tampak keseluruhan, tingkat visibilitas dan kecocokan dengan lingkungan dan kedekatan dengan struktur harus dievaluasi.batas-batas jalan kereta api dapat dinegosiasikan dengan perusahaan kereta api mengenai jarak bersih, geometri, kelengkapan, saluran drainase, dan peraturan- peraturan pemeliharaan jalan.

Posted in Peraturan | Tinggalkan komentar

PCI

6.0. RUANG LINGKUP

Desain awal biasanya langkah awal untuk merancang beton precast yang hemat, jembatan betonprategang. Bab ini mendiskusikan rencana pendahuluan, pertimbangan-pertimbangan struktur atas dan struktur bawah, pondasi, dan kriteria pemilihan material penyusun dengan cara-cara perencanaan dan contoh-contoh. Informasi tambahan diberikan pada Bab IV “Strategies for Economy

Continue reading

Posted in Peraturan | Tinggalkan komentar

Proposal Seminar

6.0. RUANG LINGKUP

Desain awal biasanya langkah awal untuk merancang beton precast yang hemat, jembatan betonprategang. Bab ini mendiskusikan rencana pendahuluan, pertimbangan-pertimbangan struktur atas dan struktur bawah, pondasi, dan kriteria pemilihan material penyusun dengan cara-cara perencanaan dan contoh-contoh. Informasi tambahan diberikan pada Bab IV “Strategies for Economy Continue reading

Posted in Uncategorized | Tinggalkan komentar

Proposal

6.0. RUANG LINGKUP

Desain awal biasanya langkah awal untuk merancang beton precast yang hemat, jembatan betonprategang. Bab ini mendiskusikan rencana pendahuluan, pertimbangan-pertimbangan struktur atas dan struktur bawah, pondasi, dan kriteria pemilihan material penyusun dengan cara-cara perencanaan dan contoh-contoh. Informasi tambahan diberikan pada Bab IV “Strategies for Economy

Continue reading

Posted in Uncategorized | Tinggalkan komentar

Code

code

Jangan terkecoh bahwa materi pada halaman ini akan berisi code pemrograman, atau kunci rahasia. Kata itu aku pilih karena juga bisa berkonotasi peraturan, ya benar engineering code. Cukup pendek bukan.

Bagi engineer, memahami suatu engineering code (peraturan perencanaan) adalah perlu dan sama kuatnya seperti mempelajari falsafah pengetahuan lainnya. Memang sih, kadang-kadang ada pesan dari senior kepada yunior agar jangan langsung comot apa yang tersurat pada code dan langsung memakainya.  Ya memang itu dapat dimaklumi karena code dibuat seperti halnya undang-undang, yaitu sependek mungkin asal esensi utama yaitu “apa yang harus“, atau “apa yang sebaiknya” dari suatu item dapat disampaikan. Tanpa memberi tahu mengapa itu perlu dilakukan.

Mengetahui materi suatu code bagi engineer penting, karena code mempunyai kekuatan hukum. Jika ada selisih pendapat terhadap suatu masalah yang bersifat subyektif maka materi code dapat dijadikan pedoman untuk diikuti. Code memberi peraturan minimal yang bersifat konservatif, jika engineer mendapat informasi ‘lebih’ bahwa sesuatu perlu ditingkatkan keamanan atau karena persyaratan pada code jelas lebih kecil dari yang kenyataan dan juga menyakinkan owner mengenai konsekuensinya, maka itu diperbolehkan. Tetapi sebaliknya, jika engineer menyakini bahwa suatu code menghasilkan sesuatu yang bersifat boros, padahal sang engineer berdasarkan pengalamannya mempunyai bukti bahwa nilai yang lebih kecil dapat dipakai (berani) maka hal tersebut tidak boleh dilakukan, jika dituruti adalah pelanggaran. Itu nggak boleh !

Selain memahami materi tersurat, maka akan sangat penting seorang engineer mengetahui apa yang tersirat dari suatu code. Latar belakang mengapa suatu code disampaikan. Ini yang paling penting.

Bagaimanapun code dapat dijadikan sebagai suatu guide awal untuk melihat suatu penyelesaian dari suatu permasalahan. Ingat engineer adalah engineer, bukan saintis. Saintis boleh meninjau suatu permasalahan secara terbatas, hanya benar di lingkungan laboratorium saja, yang penting bahwa pekerjaan atau penelitian mereka adalah benar dan dapat diulang. Tetapi engineer harus melihat suatu permasalahan secara komprehensif, yang penting hasil, oleh karena itu kadang-kadang ilmu pengetahuan teoritis saja tidak mencukupi, harus dilengkapi dengan hasil fakta empiris atau hasil uji eksperimen.

Kadang-kadang fakta empiris agak rumit atau kompleks untuk dijelaskan secara teoritis logis, sehingga itu dijadikan suatu batasan dalam penyelesaian masalah dan dicantumkan dalam code agar dijadikan pedoman.

Oleh karena code penting bagi engineer dan kemungkinan akses dapat berulang kali, maka halaman ini saya dedikasikan khusus untuk menyimpan ebook tentang code, semoga berguna. Jika teman-teman punya link-link khusus yang berkaitan dengan code silahkan, jika ingin digabung pada halaman ini. Nanti link-link lain yang bertebaran pada blog ini, secara pelan akan juga di-copy-kan disini. Semoga berguna.

STANDAR NASIONAL INDONESIA atau pedoman semacamnya

  • SNI 03-4814-1998 :Spesifikasi Bahan Penutup Sambungan Beton Tipe Elastis Tuang Panas (down-load PDF 44 kb)
  • SNI 03-6431 -2000 ( Pd M-19-1999-03) : Metode Pengujian Waktu Alir Beton Berserat Dengan Kerucut Uji Slump Yang Dibalik (down-load PDF 13 kb)
  • SNI 03-6814-2002 : Tata Cara Pelaksanaan Sambungan Mekanis Untuk Tulangan Beton (down-load PDF 74 kb)
  • SK SNI 03 – xxxx – 2002 (16 Desember 2002) : Tata cara perhitungan struktur beton untuk bangunan gedung (down-load PDF 3.45 Mb)
  • SNI 03 – 1729 – 2002 Tata Cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung (down-load PDF 2.7 Mb)
  • SNI – 1726 – 2002 : Standar Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung (down-load PDF 372 kb)
  • SNI 07-0329-2005 : Baja profil I-beam proses canai panas Bj.P I-Beam (down-load PDF 422 kb)
  • Pedoman Teknis : “Metode Pembangunan Jalan Berbasis Tenaga Kerja”, Edisi Pertama, dipersiapkan untuk Kementerian Pembangunan Perdesaan, oleh Bjorn Johannessen Engineering Consultant dan I.T. Transport Ltd Consultants in Transport for Rural Development (buku 195 halaman, down-load PDF 4.25 Mb)

Link pada artikel lain yang terkait dengan tema di atas

ACI (American Concrete Institute)

  • ACI 351.3R-04 : Foundations for Dynamic Equipment,
    Reported by ACI Committee 351
    This report presents to industry practitioners the various design criteria and methods and procedures of analysis, design, and construction applied to dynamic equipment foundations.
    (download *.RAR 636 kb)
  • ACI 318-08 : Building Code Requirements for Structural Concrete and Commentary
    An ACI Standard, Reported by ACI Committee 318
    (down-load PDF 16.463 Mb)
Posted in Uncategorized | Tinggalkan komentar